Beberapa hari terakhir ini Kota Pontianak dan sekitarnya kembali
diselimuti kabut asap. Satu di antara penyebabnya diduga dari
terbakarnya enam hektare lahan perkebunan milik warga di Desa Teluk
Bakung Ambawang KM 55 Kubu Raya, sejak Kamis (6/8/2015) lalu.
Hingga hari ini belum diketahui secara rinci penyebab terjadinya
kebakaran tersebut. Oleh kepolisian, sejumlah warga yang mendiami
sekitar lahan sudah dimintai keterangan namun sebagian besar mengatakan
tidak mengetahui.
Ketua Satuan Tugas Anti Kebakaran hutan dan Lahan (Satgas Karhutla)
Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol Suhadi, membenarkan kejadian
kebakaran lahan tersebut.
Menurut dia, saat ini penyelidikan terhadap pelaku pembakaran sedang
dilakukan pencarian. Belum tercatat jumlah kerugian yang ditimbulkan,
akibat kebakaran tersebut, namun paling tidak puluhan pohon sawit dan
ratusan pohon karet ikut terbakar.
"Pelaku pembakaran masih dicari, beberapa orang yang tinggal di
sekitar kebun juga sudah dimintai keterangan, namun mereka juga tidak
tahu," kata Suhadi, Minggu (9/8/2015).
Kemudian ia menuturkan pihaknya sudah berupaya pemadaman api sudah
dilakukan dengan melibatkan Manggala Agni, Babin Kamtibmas serta pemilik
lahan sejak api mulai diketahui pada hari Kamis, hingga Sabtu kemarin.
Lantaran diduga api sudah berhasil dipadamkan, upaya pemadamanan
dihentikan. "Perhitungan sementara, sedikitnya 18 batang pohon sawit dan
ratusan batang dan pohon karet terbakar. Karena pohon sawit yang
terbakar sudah berbuah pasir, jadi jumlah kerugian yang diperkirakan
cukup besar hingga ratusan juta rupiah," ujarnya.
Sumber : Tribun Pontianak